Keinginanku
Part 2
Melanjutkan tulisan saya mengenai keinginan
atau lebih tepatnya cita-cita saya kemarin yang tentunya masih sangat banyak. Berawal
saat study tour waktu SMP, waktu itu
tujuannya adalah kota Yogyakarta (kota favorit saya banget!!!) itu adalah kali
kedua saya ke kota tersebut, pertama kalinya adalah saat rekreasi sekolah pada
saat kelulusan SD saya. Salah satu tujuan ke Yogyakarta saat itu adalah untuk
praktek pelajaran tambahan bahasa inggris di sekolah saya, dan tempat yang
dituju adalah Candi Borobudur. Banyak turis dari seluruh dunia yang datang ke
sana untuk menyaksikan kemegahan candi budha peninggalan zaman dahulu. Biasanya
para turis itu menggunakan jasa guide
untuk menjelaskan mengenai sejarah dan apa-apa mengenai tempat yang
dikunjunginya. Saat itu saya dan teman-teman saya hendak mewawancarai salah
satu turis dari korea, sang turis sebenarnya sangat welcome dengan kami tapi tidak dengan tour guide-nya. Tour guidenya mengatakan waktunya tidak
banyak untuk diwawancarai karna apabila semakin panjang waktu yang dihabiskan
untuk berada di sana semakin banyak juga biaya yang dihabiskan oleh turis
tersebut untuk membayar jasanya, kalau tidak salah biaya perjamnya sekitar
60-80ribu pada saat itu. Pada saat itulah saya sempat berkeinginan untuk
menjadi seorang tour guide. Do you know
why? Karena menjadi seorang tour guide adalah pekerjaan yang begitu
menyenangkan di mata saya selain mendapatkan penghasilan yang cukup lumayan
menjadi tour guide juga bisa
jalan-jalan gratis. Sudah jalan-jalan gratis mendapat penghasilan pula, tidak
hanya duduk diam menghadap komputer dengan rutinitas yang itu-itu saja very boring. Keinginan itu hampir saya
wujudkan ketika akan masuk kuliah, ketika itu saya inginmengambil jurusan
pariwisata di salah satu universitas negeri di Bali, namun lagi-lagi keinginan
itu terhalang karena orang tua saya tak menginginkan saya melanjutkan ke
perguruan tinggi di luar kota. Kalau menurut teman saya, saya ini salah ambil jurusan hehehehehe...
Keinginan saya selanjutnya adalah
menjadi seorang karyawan sebuah perusahaan yang memiliki program kerja
perjalanan dinas ke luar kota atau bahkan ke luar negeri. Keinginan ini muncul
ketika saya membaca sebuah novel karya Alia Zalea yang berjudul “Miss Pesimis”.
Mengapa demikian? Karena saya adalah tipikal orang yang mudah sekali bosan
dengan rutinitas dan menginginkan sesuatu yang baru setiap harinya. Dengan adanya
perjalanan dinas luar kota atau bahkan luar negeri tentunya akan meninggalkan
rutinitas pekerjaan di tempat yang sama dengan suasana yang sama pula, dan kita
akan mendapatkan suasana baru, tempat baru, lingkungan baru, orang-orang baru,
walaupun saya agak sulit beradaptasi dengan lingkungan baru. Perjalanan dinas luar
kota atau bahkan luar negeri tentunya akan mendapatkan biaya akomodasi dari
kantor dan saya juga akan tetap mendapatkan penghasilan, lagi-lagi otak gratisan
saya bermain.
Berikutnya adalah menjadi perias
professional, keinginan ini muncul saat saya wisuda. Sebelum wisuda saya sempat
bingung mencari perias untuk wisuda saya, ada dua perias yang saya datangi
namun belum merasa cocok dengan riasan dan jilbab yang digunakan karna terlalu
monoton. Akhirnya saya searching di
google untuk mencari salon atau jasa rias yang bagus, tentunya yang tak jauh
dari tempat tinggal saya. Akhirnya saya menemukan sebuah fanpage jasa professional
make up di situs jejaring social. Di foto
profil yang digunakan dalam fanpage
tersebut terlihat cantik setelah melihat-lihat hasil makeupnya bagus, natural
dan model hijab yang digunakan tidak monoton. Akhirnya saya dan teman saya
mencoba menghubungi jasa rias tersebut yang terletak di kota Surabaya. Setelah dipikir-pikir
saya dan teman saya memutuskan akan menggunakan jasa rias tersebut dengan biaya
makeup 200.000/orang 100.000 untuk sewa kebaya dan 500.000 untuk transport ke
Jombang. Pada saat wisuda saya merasakan sendiri keajaiban makeup tersebut
hehehe. Dari situlah saya berkeinginan untuk menjadi seorang perias, perias
professional tentunya, kerja yang fun dengan penghasilan yang lumayan apalagi
jika “musim kawin” tiba tentunya akan kebanjiran job. 200ribu itu untuk rias
umum, kalau untuk pengantin, paket akad nikah 2juta untuk paket resepsi 3juta,
bayangkan saja apabila 1 pengantin mengambil paket keduanya belum lagi untuk
tambahan keluarga pengantin tambah biaya 200ribu/orang sudah lebih dari 5juta
dalam sehari untuk penghasilan kotornya, jika dalam sebulan ada 5 job rias
sudah berapa pemasukan yang diterima? Apalagi jika mendapat job rias di luar
kota, dapat biaya akomodasi dari customer, selesai merias bisa jalan-jalan. Hmmm…
begitu menggiurkan, lagi-lagi otak gratisan muncul. Tapi semua itu tidak akan
diperoleh begitu saja, tentu semua akan mengalami jatuh bangun.
Setiap pekerjaan pasti ada
resikonya. Roda kehidupan tidak selalu di atas, ada kalanya akan merasakan bagaimana
rasanya berada di posisi bawah. Inti dari keinginan saya part 2 ini adalah saya
suka jalan-jalan, saya tidak suka rutinitas yang membuat saya jenuh dan saya
suka jalan-jalan gratis yang juga menghasilkan hehehehe. Dan ini mungkin hanya mimpi kecil saya atau bahkan hanya keinginan sesaat saya, kalau Tuhan memberikan jalan dan akhirnya ada salah satu keinginan saya yang terwujud ya wallahu a'lambishawab....


Tidak ada komentar:
Posting Komentar