Sabtu, 05 Oktober 2013

Keinginanku Part 2



Keinginanku Part 2

 
Melanjutkan tulisan saya mengenai keinginan atau lebih tepatnya cita-cita saya kemarin yang tentunya masih sangat banyak. Berawal saat study tour waktu SMP, waktu itu tujuannya adalah kota Yogyakarta (kota favorit saya banget!!!) itu adalah kali kedua saya ke kota tersebut, pertama kalinya adalah saat rekreasi sekolah pada saat kelulusan SD saya. Salah satu tujuan ke Yogyakarta saat itu adalah untuk praktek pelajaran tambahan bahasa inggris di sekolah saya, dan tempat yang dituju adalah Candi Borobudur. Banyak turis dari seluruh dunia yang datang ke sana untuk menyaksikan kemegahan candi budha peninggalan zaman dahulu. Biasanya para turis itu menggunakan jasa guide untuk menjelaskan mengenai sejarah dan apa-apa mengenai tempat yang dikunjunginya. Saat itu saya dan teman-teman saya hendak mewawancarai salah satu turis dari korea, sang turis sebenarnya sangat welcome dengan kami tapi tidak dengan tour guide-nya. Tour guidenya mengatakan waktunya tidak banyak untuk diwawancarai karna apabila semakin panjang waktu yang dihabiskan untuk berada di sana semakin banyak juga biaya yang dihabiskan oleh turis tersebut untuk membayar jasanya, kalau tidak salah biaya perjamnya sekitar 60-80ribu pada saat itu. Pada saat itulah saya sempat berkeinginan untuk menjadi seorang tour guide. Do you know why? Karena menjadi seorang tour guide adalah pekerjaan yang begitu menyenangkan di mata saya selain mendapatkan penghasilan yang cukup lumayan menjadi tour guide juga bisa jalan-jalan gratis. Sudah jalan-jalan gratis mendapat penghasilan pula, tidak hanya duduk diam menghadap komputer dengan rutinitas yang itu-itu saja very boring. Keinginan itu hampir saya wujudkan ketika akan masuk kuliah, ketika itu saya inginmengambil jurusan pariwisata di salah satu universitas negeri di Bali, namun lagi-lagi keinginan itu terhalang karena orang tua saya tak menginginkan saya melanjutkan ke perguruan tinggi di luar kota. Kalau menurut teman saya, saya ini salah ambil jurusan hehehehehe...
Keinginan saya selanjutnya adalah menjadi seorang karyawan sebuah perusahaan yang memiliki program kerja perjalanan dinas ke luar kota atau bahkan ke luar negeri. Keinginan ini muncul ketika saya membaca sebuah novel karya Alia Zalea yang berjudul “Miss Pesimis”. Mengapa demikian? Karena saya adalah tipikal orang yang mudah sekali bosan dengan rutinitas dan menginginkan sesuatu yang baru setiap harinya. Dengan adanya perjalanan dinas luar kota atau bahkan luar negeri tentunya akan meninggalkan rutinitas pekerjaan di tempat yang sama dengan suasana yang sama pula, dan kita akan mendapatkan suasana baru, tempat baru, lingkungan baru, orang-orang baru, walaupun saya agak sulit beradaptasi dengan lingkungan baru. Perjalanan dinas luar kota atau bahkan luar negeri tentunya akan mendapatkan biaya akomodasi dari kantor dan saya juga akan tetap mendapatkan penghasilan, lagi-lagi otak gratisan saya bermain. 
 perias
Berikutnya adalah menjadi perias professional, keinginan ini muncul saat saya wisuda. Sebelum wisuda saya sempat bingung mencari perias untuk wisuda saya, ada dua perias yang saya datangi namun belum merasa cocok dengan riasan dan jilbab yang digunakan karna terlalu monoton. Akhirnya saya searching di google untuk mencari salon atau jasa rias yang bagus, tentunya yang tak jauh dari tempat tinggal saya. Akhirnya saya menemukan sebuah fanpage jasa professional make up di situs jejaring social. Di foto profil yang digunakan dalam fanpage tersebut terlihat cantik setelah melihat-lihat hasil makeupnya bagus, natural dan model hijab yang digunakan tidak monoton. Akhirnya saya dan teman saya mencoba menghubungi jasa rias tersebut yang terletak di kota Surabaya. Setelah dipikir-pikir saya dan teman saya memutuskan akan menggunakan jasa rias tersebut dengan biaya makeup 200.000/orang 100.000 untuk sewa kebaya dan 500.000 untuk transport ke Jombang. Pada saat wisuda saya merasakan sendiri keajaiban makeup tersebut hehehe. Dari situlah saya berkeinginan untuk menjadi seorang perias, perias professional tentunya, kerja yang fun dengan penghasilan yang lumayan apalagi jika “musim kawin” tiba tentunya akan kebanjiran job. 200ribu itu untuk rias umum, kalau untuk pengantin, paket akad nikah 2juta untuk paket resepsi 3juta, bayangkan saja apabila 1 pengantin mengambil paket keduanya belum lagi untuk tambahan keluarga pengantin tambah biaya 200ribu/orang sudah lebih dari 5juta dalam sehari untuk penghasilan kotornya, jika dalam sebulan ada 5 job rias sudah berapa pemasukan yang diterima? Apalagi jika mendapat job rias di luar kota, dapat biaya akomodasi dari customer, selesai merias bisa jalan-jalan. Hmmm… begitu menggiurkan, lagi-lagi otak gratisan muncul. Tapi semua itu tidak akan diperoleh begitu saja, tentu semua akan mengalami jatuh bangun.
Setiap pekerjaan pasti ada resikonya. Roda kehidupan tidak selalu di atas, ada kalanya akan merasakan bagaimana rasanya berada di posisi bawah. Inti dari keinginan saya part 2 ini adalah saya suka jalan-jalan, saya tidak suka rutinitas yang membuat saya jenuh dan saya suka jalan-jalan gratis yang juga menghasilkan hehehehe. Dan ini mungkin hanya mimpi kecil saya atau bahkan hanya keinginan sesaat saya, kalau Tuhan memberikan jalan dan akhirnya ada salah satu keinginan saya yang terwujud ya wallahu a'lambishawab....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar