Kesalahan Fatal dalam Berumahtangga
yang Harus Dihindari
Dalam
kehidupan berumah tangga pasti terjadi perselisihan, beda pendapat. Hal ini
wajar terjadi dalam rumah tangga, karena umumnya sifat manusia yang
berbeda-beda. Dalam kehidupan berumah tangga tokoh utama pelakunya terdiri dari
dua orang, yakni sepasang suami istri. Suami istri dari jenis kelamin yang
berbeda, memiliki karakter yang berbeda satu sama lain, keluarga yang berbeda,
yang tak pernah tahu sebelumnya, yang kemudian dijadikan satu dalam sebuah
ikatan pernikahan. Salah satu diantaranya pasti juga pernah melakukan kesalahan.
Yang perlu diperhatikan di sini adalah ada beberapa kesalahan fatal yang
seringkali dilakukan oleh suami istri yang harus dihindari, diantaranya yaitu
1. Menyembunyikan
masalah dalam hati dan menahan perasaan
Ada beberapa orang yang
memiliki sifat penakut untuk mengahadapi masalah dan menyikapinya dengan tidak
bijak. Masing-masing berusaha menyimpan uneg-unegnya dalam hati, mereka lebih
menahan perasaan dan gejolak jiwa serta bersikap pasrah dalam menghadapi semua
masalah. Itu artinya mereka telah menuju ke jalan menuju permusuhan yang malah
akan memberi mereka kesulitan di masa yang akan datang.
2. Melibatkan
orang lain dalam perselisihan
Kesalahan paling fatal
yang dilakukan oleh suami istri adalah melibatkan orang luar dalam perselisihan
rumah tangganya. Dalam keadaan seperti ini masing-masing pihak merasa bahwa
dirinya adalah yang paling benar apalagi ditambah dengan adanya orang lain yang
membela diri mereka masing-masing. Dalam kondisi ini masing-masing lebih
berusaha mempertahankan nama baik dibandingkan menyelesaikan masalah yang
sebenarnya.
3. Menggunakan
cara yang mematikan kepribadian
Ketika seseorang sedang
marah seringkali kehilangan kontrol, yang akibatnya keluarlah kata-kata tajam
yang menusuk pasangan tanpa disadari. Menurut sebagian orang kata-kata kasar
lebih menyakitkan dari kekerasan fisik. Namun kata-kata yang sudah terlanjur
terucap tak bisa ditarik kembali maka persoalannya adalah bagaimana untuk
mengontrol emosi agar sampai tidak muncul kata-kata tajam dan kasar yang
menyakitkan.
4. Bertengkar
di depan anak-anak
Hal ini sering sekali
terjadi dalam kehidupan rumah tangga. Seharusnya ini jangan sampai terlihat
oleh anak-anak karena pertengkaran sejatinya adalah perbuatan yang tidak
dibenarkan dalam agama islam. Apalagi pada saat bertengkar bisa mengeluarkan
kata-kata kasar, karena keadaan emosi diri yang tidak terkontrol. Melihat
pertengkaran yang terjadi antara ayah dan ibu, namun masih dalam batas-batas
tertentu dan tidak membakar emosi berkepanjangan, bisa saja menjadi pengalaman
dan pelajaran bagi anak-anak. Dari situ mereka mungkin dapat mengambil manfaat
dan pengetahuan bahwa perbedaan pendapat dan perselisihan itu bisa saja terjadi
dan akan berakhir dengan baik pula jika diselesaikannya secara baik-baik.
Bagaimanapun
kuatnya suatu hubungan, pasti akan mengalami yang namanya perselisihan dan
perbedaan pendapat. Dengan perasaan yang normal dan baik hal ini akan
menjadikan hubungannya semakin erat. Jalan keluar dalam masalah ini adalah
komunikasi dengan baik. Komunikasi yang terjalin dengan baik akan memperkecil
kuantitas masalah dalam hal apa pun, dalam hal ini adalah masalah rumah tangga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar